Dalam komunikasi sehari-hari, kata-kata yang kita pilih bisa sangat mempengaruhi cara orang lain menerima pesan kita. Salah satu cara untuk mengekspresikan diri dengan lebih halus dan sopan adalah melalui penggunaan majas eufimisme. Eufimisme adalah penggantian kata atau frasa yang dianggap kasar atau tidak menyenangkan dengan istilah yang lebih lembut dan menyenangkan. Penggunaan majas ini bisa membantu menjaga keharmonisan dalam berkomunikasi. Berikut adalah 10 majas eufimisme yang harus lebih sering kita gunakan agar kesopanan kita tidak diragukan lagi:
- Menjaga Kehidupan Pribadi – Daripada mengatakan seseorang “tidak memiliki banyak teman”, kita bisa mengatakan “memiliki lingkaran sosial yang lebih intim”. Ini menunjukkan sifat positif dari hubungan tersebut.
- Berpulang ke Rahmatullah – Ketika kita harus membicarakan kematian, daripada menggunakan istilah “mati”, lebih sopan jika kita mengatakan “berpulang ke rahmatullah”. Ini memberikan nuansa yang lebih menenangkan dan hormat terhadap yang telah pergi.
- Pekerjaan Non-Permanen – Alih-alih menyebut seseorang “pengangguran”, kita dapat mengatakan mereka “sedang mencari peluang baru” atau “mencari pekerjaan sementara untuk mengisi waktu”. Ini memberikan perspektif yang lebih optimis.
- Kurang Beruntung dalam Keuangan – Daripada langsung mengatakan “terbelit utang”, kita bisa mengungkapkan bahwa orang tersebut “sedang mengalami tantangan finansial”. Frasa ini jauh lebih lembut dan tidak menghakimi.
- Usia yang Lebih Matang – Gantilah istilah “tua” dengan “memiliki usia yang lebih matang”. Ini mengedepankan pengalaman dan kebijaksanaan yang datang seiring bertambahnya usia.
- Kekurangan Fisik – Alih-alih mengatakan “cacat” atau “sederhana”, kita bisa menggunakan “memiliki keunikan fisik”. Istilah ini memberikan nuansa positif dan menghargai perbedaan.
- Berpenampilan Berbeda – Jika kita ingin mengatakan bahwa seseorang “berpenampilan aneh”, lebih baik mengatakan “memiliki gaya yang berbeda”. Hal ini memberikan penghargaan terhadap kreativitas individu.
- Kesulitan Emosional – Daripada menyebut seseorang “stres” atau “depresi”, kita bisa mengatakan mereka “sedang mengalami masa-masa yang menantang secara emosional”. Ini menunjukkan empati dan pengertian.
- Tidak Menyukai Pekerjaan – Jika seseorang tidak puas dengan pekerjaan mereka, alih-alih mengatakan “benci pekerjaan ini”, kita bisa menggantinya dengan “mencari tantangan baru dalam karir”. Ini berkonotasi positif dan motivasional.
- Pikiran yang Berbeda – Ketika kita perlu menyampaikan bahwa seseorang “berbeda pendapat”, ungkapkan dengan “memiliki perspektif yang unik”. Ini menunjukkan keberagaman pemikiran dalam sebuah diskusi.
Dengan menggunakan majas eufimisme yang telah disebutkan di atas, kita tidak hanya dapat berkomunikasi dengan lebih sopan, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung dalam interaksi sehari-hari kita. Menghargai perasaan orang lain adalah salah satu cara terbaik untuk menunjukkan etika dan kesopanan. Jadi, mari kita mulai menerapkan eufimisme ini dalam percakapan kita dan saksikan bagaimana dampaknya terhadap hubungan sosial kita!











