Berita Viral

10 Potret #10YearChallenge di Negara Konflik Perubahannya Bikin Terenyuh

2
×

10 Potret #10YearChallenge di Negara Konflik Perubahannya Bikin Terenyuh

Sebarkan artikel ini

Dalam era media sosial saat ini, tantangan #10YearChallenge telah menjadi fenomena yang mengajak kita untuk melihat kembali dan membandingkan perjalanan waktu. Banyak orang menggunakan kesempatan ini untuk berbagi transformasi pribadi mereka. Namun, ada juga potret yang lebih mendalam dari negara-negara yang mengalami konflik, yang menunjukkan perubahan luar biasa – baik positif maupun negatif. Di bawah ini adalah 10 potret #10YearChallenge di negara-negara yang terlibat dalam konflik, yang mungkin akan membuat kita merenung dan merasa terenyuh.

  1. Suriah (2011-2021):
    Dalam satu dekade, Suriah telah terjebak dalam perang saudara yang mengubah wajah negeri ini. Pada tahun 2011, Damaskus memperlihatkan kebangkitan demokrasi, namun pada tahun 2021, kota-kota yang dulunya indah kini dijadikan puing-puing. Dari festival ke keheningan, transformasi ini menunjukkan dampak konflik terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
  2. Yemen (2011-2021):
    Dikenal sebagai salah satu krisis kemanusiaan paling parah di dunia, Yemen telah berubah drastis dalam 10 tahun terakhir. Dari harapan akan perubahan politik pada 2011, penduduk Yemen kini menghadapi kelaparan dan penyakit akibat konflik yang berkepanjangan.
  3. Afganistan (2011-2021):
    Setelah penarikan pasukan internasional dan kembali tumbuhnya Taliban, Afganistan mengalami perubahan drastis. Pada tahun 2011, Afganistan terlihat semangat untuk membangun kembali, tetapi pada tahun 2021, banyak wanita dan anak-anak kehilangan hak-hak dasar mereka.
  4. Libya (2011-2021):
    Libya, yang memulai tahun 2011 dengan harapan akan kebebasan dari tirani, kini terjebak dalam konflik internal dan ketidakstabilan politik. Potret kota-kota yang dulunya ramai dengan aktivitas kini menjadi tempat yang menakutkan bagi banyak warganya.
  5. Somalia (2011-2021):
    Perjuangan Somalia melawan kelompok militan dan kelaparan terus berlanjut. Dalam satu dekade ini, sama sekali tidak ada tanda-tanda keberhasilan yang mencolok. Di tempat yang dulunya adalah jantung peradaban, kini menjadi simbol penderitaan tanpa akhir.
  6. Iraq (2011-2021):
    Iraq telah bertransformasi dari kekacauan setelah invasi ke situasi yang lebih stabil, meskipun masih rentan. Perbandingan potret dari Baghdad pada 2011 dengan 2021 mencerminkan harapan baru dan tantangan pemulihan yang masih harus dihadapi.
  7. Kolombia (2011-2021):
    Kolombia menunjukkan perubahan positif dengan proses perdamaian yang telah dimulai. Pada 2011, negara ini masih terjebak dalam pertempuran antara pemerintah dan kelompok pemberontak. Sebagian besar bagian negara ini kini menunjukkan jalan menuju rekonsiliasi yang menyejukkan.
  8. Myanmar (2011-2021):
    Peralihan ke demokrasi di Myanmar yang dimulai pada 2011 memberikan harapan, namun pada 2021, negara ini kembali terjerumus dalam kekacauan setelah kudeta militer. Gambar-gambar yang menggambarkan transformasi penduduk yang pro demokrasi menjadi kelompok yang tertekan mengungkapkan ketidakpastian yang menghantui rakyatnya.
  9. Sudan (2011-2021):
    Setelah pemisahan Sudan Selatan, Sudan memiliki tantangan besar dalam mempertahankan stabilitas. Dari demonstrasi menuntut keadilan pada 2011 hingga pertumpahan darah baru-baru ini, situasi rakyat Sudan tetap kompleks dan dramatis.
  10. Palestina (2011-2021):
    Dalam konteks konflik yang berkepanjangan, potret Palestina dari satu dekade lalu memperlihatkan harapan protes damai yang berujung pada kekerasan dan pembatasan yang semakin ketat. Perubahan ini menggambarkan perjuangan hak asasi manusia yang terus berlanjut.

Melihat kembali perubahan yang terjadi selama satu dekade di negara-negara yang terbenam dalam konflik, kita tidak hanya menyaksikan perubahan fisik, tetapi juga dampak mendalam terhadap kehidupan masyarakat. Setiap potret dari #10YearChallenge ini membawa cerita tentang harapan, kehilangan, dan perjuangan yang tidak Akan terlupakan. Mari kita lebih peka terhadap kondisi mereka yang berada di tengah konflik dan berupaya memberikan dukungan dalam setiap langkah menuju kedamaian dan pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *