Pernikahan merupakan salah satu momen paling penting dalam hidup seseorang. Banyak budaya di seluruh dunia memiliki tradisi unik yang dapat membuat kita geleng kepala, terutama yang berkaitan dengan pernikahan. Di bawah ini adalah 16 tradisi pernikahan paling gila di dunia yang pasti akan membuat Anda tercengang.
- Disposable Grooms – Tiongkok: Di beberapa daerah di Tiongkok, keluarga pengantin pria harus menyediakan pengantin wanita dengan banyak pria “disposable” (dibuang) untuk dipilih selama hari pernikahan. Ini dilakukan agar pengantin wanita dapat merasa percaya diri dalam pilihannya dan mengetahui justifikasi untuk memilihnya.
- Pernikahan Kucing – India: Di beberapa komunitas di India, ada tradisi di mana seorang gadis muda yang belum menikah harus menikahi kucing untuk menetralkan nasib buruknya. Setelah itu, dia baru boleh menikah dengan pria yang dia cintai.
- Menangis Seperti Bayi – Tiongkok: Dalam budaya Tionghoa di daerah Tujia, para wanita diharuskan menangis setiap hari selama satu bulan sebelum pernikahan mereka. Aktivitas ini bertujuan untuk menunjukkan kesedihan meninggalkan keluarga.
- Pengantin Pria dalam Perampasan – Skotlandia: Di Skotlandia, sebelum hari pernikahan, pengantin pria seringkali menjadi target perampasan oleh temannya. Mereka akan menculik pengantin pria dan mengujinya dengan berbagai tantangan hingga ia dapat dibebaskan.
- Pernikahan di Atas Gantung – Nepal: Di Nepal, ada tradisi di mana pasangan melakukan pernikahan di atas jembatan yang menggantung. Ini melambangkan keberanian dan ketahanan pasangan tersebut.
- Pertukaran Suku – Peru: Suku Uros di Peru memiliki kebiasaan unik di mana pasangan yang ingin menikah harus terlebih dahulu melakukan pertukaran suku. Ini menciptakan ikatan yang lebih dalam antara kedua belah pihak.
- Marathon Pernikahan – Jerman: Di Jerman, setelah menikah, pengantin baru harus berlari maraton di malam hari. Jika mereka berhasil sampai ke garis finish, pernikahan mereka dianggap akan langgeng.
- Pernikahan Bayaran – Guatemala: Dalam budaya tertentu di Guatemala, pengantin pria harus membayar rekan-rekan dari pengantin wanita selama acara pernikahan. Ini mulai dari pakaian hingga kosmetik.
- Saat Penuh Air – Brasil: Di Brasil, ada tradisi di mana pengantin pria dan wanita dicelupkan ke dalam air selama pernikahan, simbol bahwa mereka siap menghadapi berbagai tantangan dalam hidup bersama.
- Pernikahan dengan Turis – Yordania: Di Yordania, ada tradisi di mana wanita yang tidak menikah ditawarkan kesempatan untuk menikah dengan turis. Ini mendorong interaksi global namun memiliki banyak kontroversi.
- Monumen Cinta – Italia: Di beberapa daerah di Italia, pasangan akan membangun monumen dari batu untuk melambangkan cinta mereka. Jika batu tersebut runtuh, berarti cinta mereka tidak akan bertahan.
- Kemenyan dan Rambut – Zambia: Di Zambia, pengantin wanita harus memberikan bagian dari rambutnya kepada diputeri berbaka yang mewakili keluarga untuk membuktikan kesetiaan dan komitmennya.
- Pernikahan di Atas Pohon – Samoa: Di Samoa, tradisi pernikahan dilakukan di atas pohon yang tinggi. Pasangan yang melakukannya dianggap berani dan menunjukkan komitmen yang kuat.
- Gerak cepat oleh Tamu – Republik Dominika: Di Republik Dominika, tamu diundang untuk menari dan bergerak cepat mengelilingi pengantin sambil memberikan uang. Ini adalah cara untuk memberikan dukungan finansial kepada pasangan.
- Asmalom – Korea: Dalam beberapa budaya Korea, pengantin pria harus melakukan asmalom, yaitu menjatuhkan pengantin wanita secara bersamaan ke dalam sebuah kolam air. Ini melambangkan beragam rintangan yang harus mereka hadapi.
- Pernikahan Keluarga – Mesir: Di Mesir, ada tradisi di mana anggota keluarga perempuan dan laki-laki akan berkumpul dan berunding untuk meratifikasi pernikahan, memastikan bahwa semua pihak setuju dan berkomitmen.
Demikianlah 16 tradisi pernikahan paling gila dari berbagai belahan dunia. Setiap tradisi ini tidak hanya menawarkan keunikan, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan cara masing-masing masyarakat merayakan cinta. Mungkin beberapa dari tradisi ini dapat dianggap aneh oleh sebagian orang, namun di balik semua itu tersimpan makna dan tujuan yang dalam. Dari manapun asal kita, pernikahan tetap menjadi momen sakral yang layak dirayakan.











