Tragedi nuklir adalah peristiwa yang tidak hanya mengubah lanskap fisik suatu daerah, tetapi juga meninggalkan bekas trauma yang dalam pada masyarakatnya. Ketika terjadi kebocoran radiasi yang serius, banyak kota yang terpaksa ditinggalkan selamanya. Di bawah ini, kita akan menjelajah enam tragedi nuklir paling seram di dunia yang mengakibatkan kota-kota harus ditinggalkan. Dari Chernobyl di Ukraina hingga Fukushima di Jepang, mari kita simak kisahnya.
- Chernobyl, Ukraina (1986)
Chernobyl adalah salah satu tragedi nuklir paling terkenal dalam sejarah. Pada 26 April 1986, reaktor nomor empat di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl meledak, melepaskan radiasi dalam jumlah besar ke atmosfer. Sekitar 100.000 orang dievakuasi dari Pripyat, kota yang terdekat dengan pembangkit tersebut. Hingga kini, area sekitar Chernobyl tetap terlarang untuk dihuni dan menjadi zona eksklusi, dengan Pripyat berfungsi sebagai pengingat menyedihkan tentang bencana nuklir.
- Fukushima, Jepang (2011)
Gempa bumi yang melanda Jepang pada 11 Maret 2011 menyebabkan tsunami yang menghancurkan serta kegagalan sistem pendingin di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima Daiichi. Kebocoran radiasi yang terjadi mengakibatkan evakuasi lebih dari 150.000 penduduk. Meskipun sebagian wilayah telah diizinkan untuk kembali, banyak area tetap terlarang akibat kontaminasi radioaktif yang masih tinggi, menjadikan Fukushima sebagai simbol dampak bencana nuklir di era modern.
- Three Mile Island, Amerika Serikat (1979)
Kejadian di Three Mile Island, Pennsylvania, pada tahun 1979 menjadi kecelakaan nuklir terburuk dalam sejarah Amerika Serikat. Meskipun tidak ada kematian langsung, kebocoran radiasi kecil terjadi, memicu ketakutan massal dan penarikan kembali kekuatan nuklir di seluruh negeri. Wilayah sekitar terlalu terpapar dan penduduknya harus direlokasi. Meskipun tidak ada zona eksklusi permanen seperti Chernobyl, insiden ini menunjukkan betapa rapuhnya kemajuan teknologi ketika menghadapi kesalahan manusia.
- Kashiwazaki-Kariwa, Jepang (2007)
Terjadi gempa bumi berkekuatan 6,8 skala Richter yang menghantam area di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kashiwazaki-Kariwa pada 16 Juli 2007. Meskipun tidak ada kebocoran radiasi besar, insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran besar terkait keselamatan nuklir di Jepang, memicu penutupan sementara pembangkit tersebut. Wilayah sekitar pembangkit mengalami evakuasi dan meskipun penduduknya diperbolehkan kembali, rasa ketidakpastian terkait keselamatan tetap menghantui mereka.
- Windscale, Inggris (1957)
Pada tahun 1957, terjadi kebakaran di pabrik reaktor nuklir Windscale, yang menyebabkan kebocoran radiasi. Inisiatif untuk memadamkan api malah memicu penyebaran partikel radioaktif. Meskipun tidak ada evakuasi massal, banyak yang terpaksa meninggalkan daerah itu, dan lokasi tersebut tetap terkontaminasi. Windscale menjadi perhatian penting bagi komunitas ilmiah dan pemerintah, menciptakan perdebatan seputar keamanan industri nuklir.
- Santa Susana Field Laboratory, Amerika Serikat (1959)
Di Santa Susana, California, saat pengujian reaktor nuklir dilakukan pada tahun 1959, terjadi kebocoran yang signifikan. Meskipun tidak ada pengungsian resmi, limbah radioaktif mencemari lingkungan, yang berdampak buruk pada kesehatan penduduk setempat. Masyarakat yang tinggal di sekitar area tersebut mengalami peningkatan angka kanker dan masalah kesehatan lainnya, menjadikan Santa Susana sebagai contoh lain tentang risiko yang terkait dengan energi nuklir.
Tragedi nuklir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga mendatangkan trauma berkelanjutan bagi masyarakat yang terpengaruh. Kota-kota yang harus ditinggalkan memberikan pengingat yang kuat terhadap konsekuensi dari kegagalan teknologi dan ketidakpastian yang mengelilingi penggunaan energi nuklir. Saat kita melangkah ke masa depan, penting untuk terus belajar dari kejadian-kejadian ini agar kita dapat mencegah bencana serupa terjadi di masa mendatang. Kesadaran akan bahaya dan dampak dari tragedi nuklir harus menjadi bagian dari diskusi global tentang energi dan teknologi dalam pembangunan berkelanjutan.











