Di dunia yang sering kali dipenuhi oleh konflik dan ketegangan, keberadaan angkatan bersenjata dianggap sebagai salah satu aspek penting untuk menjaga keamanan sebuah negara. Namun, ada juga beberapa negara yang memilih untuk tidak memiliki tentara sama sekali, tetapi tetap berhasil menjaga keamanan dan stabilitas mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas 7 negara yang tidak memiliki tentara dan menjelaskan bagaimana mereka berhasil mempertahankan keamanan tanpa kekuatan militer tradisional.
- Monako
- Vatikán
- Islandia
- Liechtenstein
- Samoa
- Nauru
- Panama
Monako adalah negara kecil yang terletak di tepi pantai Mediterania. Meskipun tidak memiliki angkatan bersenjata, Monako memiliki perjanjian pertahanan dengan Prancis yang akan melindungi mereka jika diperlukan. Monako mengandalkan sistem keamanan yang efisien dan pekerja polisi yang terlatih untuk menjaga ketertiban dan keamanan, serta menikmati stabilitas politik yang tinggi.
Vatikán adalah negara terkecil di dunia dan pusat spiritual bagi umat Katolik. Negara ini tidak memiliki militer sendiri, tetapi dilindungi oleh Garda Swiss, yang bertanggung jawab untuk keamanan Paus dan kompleks Vatikán. Selain itu, Vatikán menjaga hubungan diplomatik yang kuat dengan banyak negara, sehingga meningkatkan posisinya di arena internasional.
Islandia adalah satu-satunya negara di NATO yang tidak memiliki angkatan bersenjata. Negara ini mengandalkan pasukan sipil dan kebijakan luar negeri yang berbasis pada diplomasi dan kerja sama internasional. Populasi yang kecil dan tingkat kejahatan yang rendah juga berkontribusi terhadap keamanan yang relatif tinggi di Islandia.
Liechtenstein adalah negara kecil di Eropa tengah yang tidak memiliki angkatan bersenjata. Negara ini memilih untuk tidak berpartisipasi dalam konflik militer dan mengandalkan kebijakan netralitas. Untuk keamanan, Liechtenstein memiliki kesepakatan diplomatik yang kuat dengan negara-negara tetangganya serta hubungan baik dengan Austria yang berbagi batas darat dengan mereka.
Samoa adalah salah satu negara kecil yang tidak memiliki angkatan bersenjata tetap. Keamanan di Samoa diurus oleh kepolisian dan lembaga keamanan sipil lainnya. Negara ini juga memiliki hubungan yang baik dengan negara-negara lain di Pasifik, memberikan perlindungan dan dukungan luar jika diperlukan.
Naura adalah negara pulau kecil di Pasifik yang tidak memiliki angkatan bersenjata. Sebagai ganti, Naura mengandalkan kerjasama keamanan dengan Australia untuk melindungi kepentingan mereka. Dengan dukungan dari negara tetangga dan kerjasama internasional, Naura tetap aman meskipun tanpa kekuatan militer.
Setelah sempat memiliki angkatan bersenjata, Panama membubarkan militer mereka pada tahun 1990. Sejak saat itu, negara ini mengandalkan pasukan polisi nasional untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Panama juga memiliki perjanjian keamanan dengan Amerika Serikat yang memberikan perlindungan tambahan terhadap kemungkinan ancaman eksternal.
Keberadaan tentara sering kali dianggap sebagai jaminan keamanan bagi suatu negara. Namun, seperti yang kita lihat dari contoh-contoh di atas, beberapa negara yang memilih untuk tidak memiliki angkatan bersenjata malah mampu menciptakan lingkungan yang aman dan damai. Dengan mengandalkan hubungan diplomatik yang baik, kebijakan netralitas, serta sistem keamanan yang efisien, mereka membuktikan bahwa keamanan tidak selalu bergantung pada kekuatan militer. Dalam dunia yang terus berubah, mungkin pendekatan alternatif ini bisa menjadi inspirasi bagi negara-negara lain dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas.











