Berita Viral

6 Alasan Sinetron TV Nggak Bermutu Tapi Masih Lolos Sensor

32
×

6 Alasan Sinetron TV Nggak Bermutu Tapi Masih Lolos Sensor

Sebarkan artikel ini

Sinetron atau sinetron televisi Indonesia sering kali mendapat sorotan negatif dari para penontonnya. Banyak yang beranggapan bahwa sinetron-sinetron ini tidak berkualitas, baik dari segi cerita, akting, maupun produksi. Meskipun begitu, banyak sinetron yang tetap dapat tayang dan lolos dari sensor. Berikut ini adalah enam alasan mengapa sinetron TV tidak bermutu tetapi masih bisa lolos sensor:

  • Kepentingan Rating dan Jumlah Penonton: Salah satu alasan utama sinetron yang berkualitas rendah tetap tayang adalah kepentingan rating. Stasiun televisi sering kali mengedepankan program-program yang dapat menarik perhatian penonton. Meskipun sinetron tersebut tidak berkualitas, mereka mampu menghasilkan rating tinggi karena banyaknya pemirsa yang menyukainya.
  • Pemasaran dan Permintaan Pasar: Sinetron yang tidak bermutu sering kali diproduksi karena adanya permintaan pasar yang besar. Penonton kadang lebih memilih menghibur diri dengan cerita yang mudah dipahami dan dramatis, meskipun kualitasnya rendah. Hal ini mendorong produsen untuk terus memproduksi sinetron-sebutan, yang pada akhirnya lolos dari sensor.
  • Pengawasan Sensor yang Longgar: Sistem sensor di Indonesia mungkin terkadang dianggap kurang ketat. Banyak sinetron yang bisa lolos sensor karena tidak ada unsur kekerasan atau pornografi yang mencolok, meskipun kontennya tidak mendidik atau bernilai tinggi. Dengan demikian, sinetron dengan kualitas rendah pun bisa ditayangkan di layar kaca.
  • Menjual Drama dan Emosi: Sinetron seringkali mengandalkan drama dan emosi yang berlebihan untuk menarik perhatian penonton. Keterikatan emosional yang ditampilkan dalam sinetron-sinetron ini, meskipun dibuat dengan cara yang berlebihan, tetap mampu menarik minat audiens. Penonton yang terlibat secara emosional lebih cenderung terus mengikuti siaran, tanpa terlalu memikirkan kualitas dari sinetron tersebut.
  • Adaptasi dan Kloning Konten Populer: Banyak sinetron yang diadaptasi dari tayangan luar negeri atau meniru format yang sudah populer sebelumnya. Proses ini sering kali menjadikan produk akhir kehilangan keunikan dan kedalaman cerita yang diharapkan. Namun, sinetron tersebut tetap berhasil mencuri perhatian penonton, yang membuatnya lolos dari sensor meskipun kualitasnya dipertanyakan.
  • Pembelajaran dari Kesalahan dan Kekurangan: Terakhir, kadang-kadang sinetron dianggap ‘tidak bermutu’ terutama karena kekurangan dalam produksi dan cerita. Namun, bagi pihak produksi, perjalanan menuju kelulusan sensor dan tayang adalah bagian dari proses pembelajaran. Mungkin mereka tidak menghadirkan sesuatu yang berkualitas tinggi, tetapi keberadaan sinetron ini bisa memicu diskusi dan memperbaiki produk-produk selanjutnya.

Secara keseluruhan, meskipun banyak alasan yang mendasari tayangnya sinetron berkualitas rendah di televisi, penting bagi kita sebagai penonton untuk cerdas dalam memilih tontonan. Kita bisa mendorong perubahan dalam industri seni peran dengan memberikan perhatian lebih kepada tayangan-tayangan yang berkualitas. Umpan balik dari penonton tentunya menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas sinetron yang ditayangkan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *