Di balik tirai sejarah yang panjang dan kaya, terdapat kisah unik mengenai hubungan antar kerajaan di Eropa. Hampir semua kerajaan di benua ini memiliki ikatan darah yang erat satu sama lain, membangun jaringan hubungan keluarga yang kompleks. Artikel ini akan menjelajahi silsilah dan hubungan antara sejumlah besar rumah kerajaan di Eropa, serta menjelaskan bagaimana ikatan ini mempengaruhi sejarah dan stabilitas politik di benua tersebut.
- Kerajaan Inggris: Pada awal abad ke-20, keluarga kerajaan Inggris terikat dengan keluarga kerajaan Jerman melalui Ratu Victoria, yang merupakan nenek dari banyak raja dan ratu Eropa, termasuk Jerman, Rusia, dan Swedia.
- Kerajaan Jerman: Keluarga Hohenzollern merupakan salah satu dinasti terpenting di Jerman dan memiliki ikatan dengan banyak kerajaan Eropa, termasuk Spanyol dan Belanda, melalui pernikahan strategis.
- Kerajaan Spanyol: Dinasti Bourbon di Spanyol juga memiliki hubungan dekat dengan dinasti Bourbon di Prancis. Ikatan ini diperkuat setelah Perang Suksesi Spanyol, yang membawa Raja Philip V ke tahta Spanyol.
- Kerajaan Prancis: Selain ikatan dengan Spanyol, keluarga Bourbon di Prancis juga memiliki hubungan dengan kerajaan di Italia dan Belanda melalui pernikahan yang saling menguntungkan pada abad ke-17 dan ke-18.
- Kerajaan Swedia: Kerajaan Swedia, yang saat ini dipimpin oleh Keluarga Kerajaan Bernadotte, memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan di Norwegia dan Denmark berkat sejarah Skandinavia yang terjalin erat.
- Kerajaan Belanda: Keluarga Oranje-Nassau di Belanda memiliki hubungan dekat dengan keluarga kerajaan di Inggris dan juga terhubung dengan Borussia di Jerman, menciptakan hubungan bilateral yang saling menguntungkan.
- Kerajaan Norwegia: Seperti Swedia, Norwegia memiliki ikatan dengan Denmark. Keluarga kerajaan Norwegia saat ini adalah keturunan dari keluarga kerajaan Denmark melalui pernikahan di masa lalu.
- Kerajaan Denmark: Dinasti Glucksburg yang menaungi kerajaan Denmark juga memiliki hubungan dengan Norway, Yunani, dan Inggris, mengindikasikan saling dorong dalam hal hubungan diplomatik dan keluarga.
- Kerajaan Rusia: Keluarga Romanov, yang memerintah Rusia sebelum revolusi, memiliki relasi dengan kerajaan di seluruh Eropa, termasuk Inggris dan Jerman. Keterkaitan ini semakin mendalam dengan pernikahan antara anggota keluarga kerajaan.
- Kerajaan Yunani: Meskipun saat ini tidak memiliki monarki, kerajaan Yunani sebelumnya adalah bagian dari Dinasti Gluckburg, yang juga terkait dengan Denmark dan berbagai negara Eropa lainnya.
- Kerajaan Belgia: Keluarga kerajaan Belgia adalah kerabat dekat dengan keluarga kerajaan Inggris, Belanda, serta Denmark, yang menunjukkan bagaimana pernikahan antar kerajaan membentuk hubungan dinasti di seluruh Eropa.
- Kerajaan Luxembourg: Keluarga grand-ducal yang memerintah di Luxembourg memiliki hubungan keluarga dengan kerajaan di Belgia dan Prancis, yang memperkuat hubungan antara negara-negara kecil ini dan kekuatan besar Eropa.
- Kerajaan Monaco: Kerajaan kecil ini, meskipun tidak memiliki pengaruh besar dalam politik Eropa, memiliki jaringan ikatan diplomatik dan keluarga yang menjalin mereka dengan banyak keluarga kerajaan di negara-negara jiran.
- Kerajaan Portugal: Meskipun mengalami perubahan besar sepanjang sejarahnya, Portugal memiliki hubungan historis dengan Spanyol dan dapat ditelusuri kembali melalui pernikahan antar anggota keluarga kerajaan.
Secara keseluruhan, silsilah kerajaan di Eropa menciptakan jalinan kompleks yang mempengaruhi sejarah benua tersebut. Hubungan ini bukan hanya sekadar ikatan darah, tetapi juga merupakan faktor penting dalam pembentukan aliansi politik dan sosial yang mempertahankan stabilitas dan kedamaian di Eropa selama berabad-abad. Melalui artikel ini, kita dapat melihat bahwa meskipun ada banyak perbedaan di antara negara-negara tersebut, di balik itu semua terdapat benang merah yang menghubungkan satu sama lain.











