Acara televisi merupakan salah satu sumber hiburan yang paling mudah dijangkau oleh masyarakat. Namun, seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan preferensi penonton, ada kalanya kualitas tayangan dipertanyakan. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) adalah lembaga yang bertugas melakukan pengawasan terhadap tayangan yang disiarkan di televisi. Mereka seringkali menyoroti acara-acara yang dinilai tidak berkualitas. Lalu, acara TV apa saja yang masuk ke dalam kategori tersebut menurut KPI? Dan apakah kita setuju dengan penilaian tersebut? Mari kita eksplorasi.
- Reality Show Berbasis Drama dan Konflik
Beberapa reality show yang sering menampilkan drama berlebihan dan konflik yang dibuat-buat dinilai tidak berkualitas. KPI menganggap bahwa tayangan semacam ini dapat memberikan pengaruh negatif pada penonton, terutama anak-anak, dengan mengedepankan nilai-nilai negatif.
- Acara Talk Show yang Hanya Mengusung Sensasi
Banyak talk show yang lebih suka menyajikan gosip dan sensasi daripada konten yang informatif atau edukatif. KPI menilai bahwa acara-acara ini kurang memberikan manfaat kepada penonton dan lebih berfokus pada atraksi untuk menarik perhatian.
- Program Komedi yang Mengandung Unsur SARA
Tayangan komedi yang mengeksploitasi unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) sering kali menuai kritik dari KPI. Meskipun ditujukan untuk hiburan, penayangan isi yang menyinggung dapat menyebabkan perpecahan di masyarakat.
- Acara Berita yang Kurang Berimbang
Beberapa program berita seringkali hanya menampilkan satu sudut pandang dan mengabaikan objektivitas. KPI memberi perhatian lebih pada tayangan berita semacam ini karena dapat mempengaruhi opini masyarakat secara negatif.
- Program Variety Show yang Tidak Inovatif
Program variety show yang sering kali mengulang format sama tanpa ada inovasi baru cenderung dinilai tidak menarik dan tidak berkualitas. KPI mendorong stasiun TV untuk menghadirkan konten yang lebih segar dan kreatif.
- Acara yang Menyebarkan Misinformasi
KPI juga menyoroti acara-acara yang menyebarkan informasi salah atau hoax. Konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dapat menyesatkan pemirsa dan menciptakan kebingungan di kalangan masyarakat.
- Acara yang Tidak Mempertimbangkan Nilai Edukasi
Beberapa tayangan TV tidak menyediakan nilai edukasi yang jelas, padahal seharusnya televisi bisa menjadi media pembelajaran bagi masyarakat. KPI berpendapat bahwa tayangan harus memuat unsur pendidikan, terutama bagi anak-anak.
Sebagai pemirsa, kita mungkin memiliki pandangan yang berbeda tentang apa yang dianggap “tidak berkualitas”. Beberapa orang mungkin setuju dengan penilaian KPI, sementara yang lain mungkin berpikir bahwa acara-acara tersebut tetap memiliki penggemar dan memenuhi tujuan hiburan. Penting bagi kita untuk menyaring informasi dan tayangan yang kita konsumsi, serta kritis terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan dari tayangan-tayangan tersebut. Melalui pendapat kita, kita bisa mendukung KPI dalam mendorong tayangan berkualitas yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan adanya penilaian dari KPI, diharapkan stasiun televisi semakin peduli terhadap konten yang mereka siarkan. Dalam era digital saat ini, pilihan tayangan semakin beragam, dan masyarakat memiliki kekuatan lebih dalam menentukan apa yang mereka tonton. Apakah kita setuju dengan pandangan KPI tentang acara TV yang dinilai tidak berkualitas? Pada akhirnya, keputusan ada di tangan kita sebagai penonton. Mari kita menjadi penonton yang cerdas dan kritis.











