Setiap anak pasti memiliki cita-cita yang ingin dicapai. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak dari cita-cita tersebut yang akhirnya hanya menjadi angan-angan belaka. Dalam budaya Indonesia, cita-cita anak sering mencerminkan harapan bukan hanya untuk diri mereka sendiri, tetapi juga untuk keluarga dan masyarakat. Di bawah ini, kami akan membahas 15 cita-cita yang hampir semua anak Indonesia pernah impikan, namun sering kali ditinggalkan seiring bertumbuhnya usia dan kenyataan hidup. Mari kita simak!
- Dokter – Menjadi seorang dokter adalah salah satu cita-cita paling umum. Banyak anak yang terinspirasi untuk membantu orang lain, namun kenyataannya memerlukan pendidikan yang panjang dan biaya yang cukup besar.
- Polisi – Cita-cita ini datang dari keinginan untuk menegakkan keadilan. Namun, banyak yang menyadari bahwa tugas ini tidak semudah yang dibayangkan.
- Guru – Mendidik generasi penerus adalah tugas mulia. Sayangnya, tantangan dan kurangnya dukungan sering membuat anak-anak ini mengalihkan cita-cita mereka.
- Astronaut – Dengan impian menjelajahi luar angkasa, cita-cita ini mungkin terlihat jauh dari jangkauan dan banyak yang akhirnya memilih jalur yang lebih realistis.
- Artis – Banyak anak yang bercita-cita menjadi penyanyi atau aktor. Walaupun bakat adalah bagian dari kesuksesan, industri hiburan juga sangat kompetitif dan keras.
- Pilot – Menjadi pilot adalah cita-cita yang menarik. Namun, biaya pelatihan dan persyaratan kesehatan membatasi banyak dari mereka untuk mengejar mimpinya.
- Insinyur – Cita-cita ini biasanya muncul dari ketertarikan pada teknologi. Namun, tekanan untuk berprestasi di bidang akademis sering kali membuatnya menjadi sulit untuk dicapai.
- Perawat – Seperti dokter, perawat juga berkontribusi besar dalam kesehatan masyarakat. Namun, stigma dan tantangan di lapangan sering membuat banyak yang mundur.
- Pengacara – Banyak anak yang ingin menjadi pengacara untuk membela keadilan. Akan tetapi, perjalanan pendidikan yang panjang dan biaya yang tinggi sering kali menjadi penghalang.
- Wirausaha – Keinginan untuk memiliki usaha sendiri sering muncul. Namun, ketidakpastian dan resiko bisnis sering kali menakut-nakuti mereka yang bercita-cita sebagai wirausaha.
- Ilmuwan – Banyak anak yang terinspirasi oleh eksperimen dan penemuan. Namun, realitas penelitian yang kadang tidak dihargai membuat cita-cita ini ditinggalkan.
- Desainer – Banyak yang ingin menjadi desainer mode atau interior, tetapi industri ini kompetitif dan memerlukan keberanian untuk mengekspresikan kreativitas.
- Jurnalis – Anak-anak yang suka menulis dan bercerita sering bermimpi untuk menjadi jurnalis. Namun, krisis media dan keamanan pekerjaan dapat membuat mereka mempertimbangkan kembali pilihan ini.
- Chef – Cita-cita menjadi koki banyak dijumpai, namun tekanan dan tanggung jawab di dapur yang tinggi seringkali menghalangi mereka dari cita-cita ini.
- Atlet – Banyak anak bercita-cita menjadi atlet profesional. Tapi hanya sedikit yang mampu menembus tingkat tertinggi di bidangnya dan menikmati kesempatan itu.
Setiap cita-cita yang disebutkan di atas memiliki keindahan dan tantangannya masing-masing. Meskipun banyak cita-cita yang mungkin ditinggalkan, penting untuk diingat bahwa perjalanan menuju tujuan hidup kita seringkali berubah arah. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus berusaha dan menemukan jalan yang benar sesuai dengan passion dan kemampuannya. Cita-cita mungkin berubah, tapi perjuangan untuk mencapai sesuatu yang berarti tidak akan pernah berhenti. Mari dukung anak-anak kita untuk tidak hanya bermimpi, tetapi juga mempersiapkan diri dan bekerja keras untuk mencapai tujuan hidup mereka!











