Era 90-an adalah masa yang penuh dengan warna, inovasi, dan tentu saja, jargon-jargon yang mewarnai kehidupan sehari-hari kita. Sejak musik pop, film, hingga televisi, banyak istilah yang muncul dan menjadi bagian dari budaya populer. Meskipun kita sekarang hidup di era digital yang serba cepat, jargon-jargon legendaris ini masih terngiang di telinga kita. Berikut adalah beberapa jargon legendaris dari 90-an yang mungkin masih Anda ingat dan bisa membuat Anda tersenyum ketika mengingat kembali masa-masa itu.
- Gengsi. Istilah ini merujuk pada status sosial dan cara orang menunjukkan kekayaan atau prestise. Banyak remaja 90-an yang sangat memperhatikan gengsi mereka, mulai dari cara berpakaian hingga barang-barang yang mereka miliki.
- Ngabuburit. Biasanya digunakan untuk menggambarkan kegiatan menunggu waktu berbuka puasa, tetapi istilah ini sudah melekat pada budaya kita sejak lama. Dulu, ngabuburit menjadi waktu yang sangat dinantikan, diisi dengan kegiatan bercanda bersama teman.
- Wes, aku kelingan. Ungkapan yang menyiratkan nostalgia, sering digunakan saat mengingat momen-momen indah di masa lalu, baik itu pertemanan, cinta pertama, atau pengalaman lucu lainnya.
- Cool. Kata ini selama dekade 90-an menjadi istilah yang sering digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang dianggap keren atau menarik. Dari gaya berpakaian sampai musik, ‘cool’ menjadi penilaian universal di kalangan remaja.
- Kece. Singkatan dari ‘keren’ ini sangat populer di kalangan anak muda, menunjukkan bahwa sesuatu dianggap menarik atau memiliki daya tarik tersendiri. Istilah ini masih digunakan hingga kini.
- Jomblo. Istilah untuk menggambarkan seseorang yang tidak memiliki pasangan, sangat akrab di telinga generasi 90-an, dan sekarang menjadi lebih populer dengan munculnya banyak meme dan istilah baru seputar status hubungan.
- Gokil. Sebuah istilah yang menggambarkan sesuatu yang luar biasa, berlebihan, atau konyol. Pada masa itu, jika ada acara atau kejadian yang sangat lucu, orang pasti akan menyebutnya gokil.
- Hip-hop. Musik hip-hop pertama kali menjadi populer pada era 90-an di Indonesia, menghasilkan banyak istilah baru serta budaya seperti breakdance yang mengubah peta musik dan gaya hidup remaja di saat itu.
- Mendaki Gunung. Slogan ini muncul lebih luas pada 90-an dan menjadi ungkapan bagi mereka yang mencari tantangan atau tujuan hidup yang lebih tinggi. Menjadi “pendaki” bisa berarti luar biasa, baik secara fisik maupun finansial.
- Gampang. Digunakan untuk menyebut sesuatu yang mudah dilakukan. “Itu gampang” menjadi kalimat favorit anak-anak muda saat membahas tugas sekolah atau aktivitas sehari-hari.
- Kowboy. Istilah yang menggambarkan seseorang dengan sikap yang sangat berani dan tanpa ragu-ragu, sering digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang suka berpetualang.
- Cepat. Dalam konteks 90-an, cepat sering diartikan sebagai sikap praktis dan efisien, dan menjadi nilai yang sangat dihargai di kalangan pelajar dan pekerja muda.
- Good vibes only. Istilah yang muncul dari budaya positif, mengisyaratkan bahwa hanya energi positif yang diharapkan dalam interaksi sosial. Sebuah budaya yang memang sudah ada sejak lama, tapi baru akhir-akhir ini kembali populer.
- Nyawa. Merujuk pada tingkat semangat atau gairah seseorang dalam menjalani hobinya. Seseorang yang sangat mencintai apa yang dilakukannya bisa disebut “hidup untuk musik” atau hobi yang sama.
Jargon-jargon legendaris dari era 90-an bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai pengingat akan kenangan indah masa lalu. Meskipun zaman telah berubah dan teknologi telah berkembang pesat, istilah-istilah ini tetap menjadi bagian dari identitas kita, menciptakan rasa keterikatan dengan generasi kita. Seiring waktu, beberapa istilah ini akan terus hidup dan diadaptasi, sementara yang lainnya mungkin akan pudar. Namun, satu hal yang pasti, nostalgia akan selalu mengingatkan kita akan masa-masa yang penuh warna itu.











