Ngapak adalah salah satu varian bahasa Jawa yang sering diidentikkan dengan masyarakat di daerah Cilacap, Banyumas, dan sekitarnya. Bahasa ini memiliki kekhasan tersendiri yang tidak hanya menandai identitas lokal, tetapi juga menjadi simbol dari keunikan sosial dan kultural. Jika kamu lahir dan dibesarkan di daerah ini, pasti kamu familiar dengan berbagai kata dan ungkapan khas yang mencerminkan budaya Ngapak. Berikut ini adalah 10 kata khas Ngapak yang bisa jadi bukti bahwa kamu adalah anak Ngapak sejati.
- Ngabakan – Kata ini berasal dari kata ‘membentak’ dan sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang berteriak atau berbicara dengan nada tinggi, biasanya dalam situasi yang penuh emosi.
- Ngumbah – Dalam bahasa Ngapak, ngumbah berarti mencuci. Ini adalah kata yang umum digunakan sehari-hari di kalangan masyarakat Ngapak.
- Kawis – Kata ini berarti ‘kawat’ atau ‘kabel’, dan sering digunakan dalam konteks berbicara tentang alat atau material yang digunakan oleh tukang listrik.
- Arek – Merupakan sebutan untuk anak muda atau remaja, mirip dengan kata ‘anak’ dalam bahasa Indonesia. Di Ngapak, panggilan ini sering kali diucapkan dengan nada akrab.
- Nglumpuk – Artinya berkumpul atau berhimpun, biasanya dalam konteks sosial untuk melakukan suatu kegiatan bersama, seperti acara keluarga atau komunitas.
- Nyantai – Meskipun kata ini juga digunakan dalam bahasa Indonesia, dalam konteks Ngapak, nyantai biasanya dimaknai sebagai ‘santai’ dengan penekanan yang lebih pada keanggunan dan kelenturan saat bersantai.
- Gembol – Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki tubuh besar atau gemuk. Di tengah-tengah ada nuansa humor dalam pemakaiannya.
- Jancuk – Merupakan ungkapan yang sering dipakai di antara teman-teman dekat dengan nada bercanda, meskipun digunakan dengan cukup cair, tetap harus berhati-hati dalam konteks formal.
- Secuk – Kata ini digunakan untuk menggambarkan rasa enak atau lezat dalam konteks makanan. Seringkali digunakan ketika kamu menikmati hidangan khas daerah.
- Mbok – Dalam bahasa Ngapak, mbok adalah panggilan yang biasanya digunakan untuk menyebut ibu atau nenek, dan menunjukkan rasa hormat serta kasih sayang.
Dari sepuluh kata di atas, jelas bahwa keunikan bahasa Ngapak mampu memperkuat identitas budaya dan masyarakatnya. Kehadiran dan penggunaan kata-kata ini di kehidupan sehari-hari menunjukkan betapa budaya lokal sangat berperan dalam membentuk cara pikir dan interaksi sosial warga Ngapak. Jadi, bagi kamu yang sudah familiar atau bahkan sering menggunakan kata-kata di atas, jangan ragu untuk bangga menyebut diri kamu sebagai anak Ngapak sejati. Pelihara dan lestarikan warisan budaya ini agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang!











