Berita Viral

Kenapa Sendi Bisa Bunyi “Krek” Saat Diregangkan? Ini Penjelasan Medisnya

2
×

Kenapa Sendi Bisa Bunyi “Krek” Saat Diregangkan? Ini Penjelasan Medisnya

Sebarkan artikel ini

Banyak dari kita yang sering mendengar bunyi “krek” atau “klik” saat menggerakkan sendi, terutama saat melakukan peregangan atau memutar tubuh. Fenomena ini bisa membuat kita bertanya-tanya, “Apa yang sebenarnya terjadi?” Sebenarnya, bunyi tersebut cukup umum dan tidak selalu menandakan adanya masalah kesehatan. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa alasan mengapa sendi bisa bunyi “krek” saat diregangkan, serta penjelasan medis di baliknya.

  • Pelepasan Gas:
    Salah satu penyebab paling umum dari bunyi “krek” adalah pelepasan gas yang terperangkap dalam cairan sinovial—cairan yang melumasi sendi. Ketika Anda bergerak atau meregangkan sendi, tekanan pada sendi dapat menyebabkan gas berupa nitrogen dan karbon dioksida membentuk gelembung, yang kemudian pecah dan menghasilkan suara krek.
  • Pergerakan Ligamen dan Tendon:
    Saat ligamen dan tendon bergerak saat sendi digerakkan, mereka dapat meluncur di atas tulang atau jaringan lain. Ketika mereka berpindah posisi, bisa terdengar bunyi klik atau krek. Ini terutama sering terjadi di area sendi yang banyak bergerak, seperti lutut atau bahu.
  • Perubahan Posisi Sendi:
    Bunyi “krek” bisa juga terjadi karena perubahan posisi sendi. Pada setiap pergerakan, sendi mengalami variasi dalam posisi dan tekanan. Ketika struktur sendi berpindah dari posisi yang satu ke posisi yang lain, ini bisa menyebabkan suara krek yang khas.
  • Kerusakan Sendi:
    Walaupun sebagian besar bunyi sendi yang muncul saat bergerak tidak berbahaya, dalam beberapa kasus, suara tersebut dapat menunjukkan masalah. Misalnya, jika disertai rasa sakit, bisa jadi ada kerusakan pada kartilago atau adanya masalah lainnya pada sendi. Pada kondisi ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter.
  • Usia dan Degenerasi Sendi:
    Seiring bertambahnya usia, tulang dan kartilago sendi dapat mengalami degenerasi. Proses ini dapat menyebabkan permukaan sendi menjadi kurang halus, sehingga gesekan antar tulang saat bergerak menjadi lebih terdengar. Hal ini dapat mengakibatkan bunyi “krek”.
  • Kurangnya Pelumasan:
    Jika cairan sinovial yang melumasi sendi berkurang, sendi bisa menjadi kering dan mengalami lebih banyak gesekan saat bergerak. Hal ini dapat menyebabkan suara krek yang lebih jelas saat sendi bergerak.
  • Peregangan Otot dan Jaringan Ikat:
    Saat Anda melakukan peregangan, otot dan jaringan ikat juga mengalami perubahan. Suara krek dapat dihasilkan ketika otot-otot atau jaringan ikat yang sedang diregangkan melewati batas tertentu, menghasilkan bunyi saat kembali ke posisi normal mereka.
  • Kondisi Medis Tertentu:
    Dalam beberapa kasus, kondisi medis yang lebih serius, seperti arthritis atau kondisi sendi lainnya, bisa menyebabkan bunyi krek. Jika bunyi ini disertai gejala lain seperti nyeri, bengkak, atau pembatasan gerakan, sangat penting untuk mencari nasehat medis.

Meskipun bunyi “krek” pada sendi saat diregangkan umumnya tidak perlu dikhawatirkan, penting untuk selalu memperhatikan tubuh Anda. Jika suara tersebut disertai rasa sakit atau ketidaknyamanan, konsultasi dengan profesional medis adalah langkah yang tepat. Memahami alasan di balik bunyi ini tidak hanya memberikan ketenangan pikiran, tetapi juga membantu Anda mengambil langkah proaktif menjaga kesehatan sendi Anda. Ingatlah bahwa tubuh kita sangat kompleks, dan selalu baik untuk menjaganya dengan memperhatikan gerakan dan kesehatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *