Berita Viral

Setelah FDR Kini CVR Lion Air JT 610 Ditemukan Apa Bedanya?

2
×

Setelah FDR Kini CVR Lion Air JT 610 Ditemukan Apa Bedanya?

Sebarkan artikel ini

Setelah tragedi Lion Air JT 610 yang terjadi pada 29 Oktober 2018, publik dan berbagai pihak berwenang berusaha untuk memahami lebih jauh mengenai penyebab dari kecelakaan yang merenggut 189 nyawa tersebut. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menganalisis data yang tersimpan dalam Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR), yang merupakan alat perekam penting pada pesawat terbang. Setelah FDR ditemukan, CVR juga berhasil ditemukan. Namun, keduanya memiliki peran yang berbeda dalam menganalisis kejadian kecelakaan. Mari kita lihat perbedaan yang signifikan antara keduanya setelah CVR ditemukan.

  • FDR (Flight Data Recorder): FDR bertugas merekam data teknis penerbangan, seperti kecepatan, ketinggian, dan arah pesawat. Ini membantu menyusun gambaran yang komprehensif mengenai performa pesawat selama penerbangan terakhir.
  • CVR (Cockpit Voice Recorder): Di sisi lain, CVR merekam percakapan dan suara yang terjadi di dalam kokpit, termasuk diskusi antara pilot dan kopilot, serta suara lain seperti alarm dan peringatan. Ini memberikan konteks emosional dan operasional dari situasi yang dihadapi para pilot sebelum kecelakaan.
  • Fokus Data yang Dihasilkan: FDR memberikan data berupa angka dan grafik yang menjelaskan kondisi teknis pesawat. Sedangkan CVR memberikan rekaman suara yang bisa menceritakan dinamika yang terjadi di cockpit. Keduanya saling melengkapi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang penyebab kecelakaan.
  • Pentingnya Konteks: Apabila FDR menunjukkan bahwa pesawat mengalami kerusakan tertentu, CVR dapat membantu menjelaskan reaksi para pilot terhadap situasi tersebut. Misalnya, jika FDR menunjukkan kecepatan menurun secara drastis, CVR dapat menjelaskan apakah pilot sedang berusaha mengatasi masalah atau tidak.
  • Keberadaan Data dan Analisis Keselamatan: Setelah FDR dibuka dan dianalisis, data tersebut dapat memberikan awal pemahaman. Namun, untuk mendapatkan gambaran penuh, CVR juga penting untuk dibuka untuk dapat melakukan analisis keselamatan yang lebih mendalam.
  • Keterhubungan antara Temuan: Temuan pada FDR bukanlah akhir dari penyelidikan. Temuan di CVR dapat memastikan atau membantah data yang ditemukan pada FDR, sehingga dapat memperjelas gambaran mengenai penyebab kecelakaan.
  • Penyelesaian Kasus: Temuan FDR bisa mengarahkan penyelidikan ke arah yang lebih jelas, tetapi penemuan CVR sering kali menjadi titik kunci dalam menyelesaikan kasus, karena memberikan wawasan tentang keputusan yang dibuat oleh pilot dalam situasi darurat.
  • Pendidikan dan Peningkatan Keselamatan di Masa Depan: Analisis kedua rekaman ini tidak hanya membantu di dalam investigasi saat ini. Hasilnya juga berkontribusi pada pendidikan dan peningkatan prosedur keselamatan penerbangan di masa mendatang untuk mencegah tragedi serupa terjadi kembali.
  • Permintaan Keluarga Korban: Setelah penemuan FDR dan CVR, sering kali keluargalah yang paling merasakan dampak dari hasil penyelidikan. Keluarga korban biasanya berharap agar hasil pengungkapan bisa membantu mereka mendapatkan kejelasan dan closure atas kehilangan mereka.

Dalam kesimpulannya, setelah FDR kini CVR Lion Air JT 610 ditemukan, perbedaan di antara kedua alat perekam ini terletak pada jenis data yang mereka simpan dan bagaimana data ini digunakan dalam penyelidikan. Meskipun FDR memberikan perspektif teknis tentang situasi penerbangan, CVR memberikan suara yang hidup terkait keputusan, reaksi, dan dinamika di dalam cockpit. Kolaborasi analisis dari kedua rekaman ini sangat penting untuk memastikan keselamatan penerbangan di masa depan dan memberikan kejelasan bagi semua pihak yang terkena dampak dari tragedi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *